Pages

Selasa, 27 Juli 2010

petunjuk penggunaan LPG

BAGAIMANA MENGGUNAKAN LPG YANG AMAN DAN BENAR?

  1. Gunakan peralatan LPG (tabung, kompor, regulator dan selang) sesuai Standard Nasional Indonesia (SNI). Standar mulai berlaku pada akhir 2008.
  2. Kompor dan tabung ELPIJI ditempatkan di tempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
  3. Idealnya ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke tempat aman mengingat berat jenis LPG lebih berat dari udara maka apabila terjadi kebocoran LPG akan berada di bagian bawah atau pintu dapur terbuka.
  4. Selang harus terpasang erat dengan klem pada regulator maupun kompor.
  5. Tabung ELPIJI diletakkan menjauh dari kompornya atau sumber api lainnya dan harus diupayakan tidak terpapar panas.
  6. Pasang regulator pada katup tabung ELPIJI (posisi knob regulator mengarah ke bawah). Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung ELPIJI.
  7. Pastikan selang tidak tertindih atau tertekuk.
  8. Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulatornya dengan cara membasuh dengan air sabun pada bagian-bagian rawan kebocoran (sambungan regulator dengan valve tabung, sambungan selang ke regulator dan kompor). Apabila terjadi kebocoran akan terjadi gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas ELPIJI.
  9. Rangkaian Kompor LPG siap dan aman untuk digunakan.
  10. Cara menggunakan kompor yang baik:
    • Tekan dan putar knob kompor berlawanan arah jarum jam.
    • Putar knob sampai posisi off (ditandai dengan bunyi klik) bila selesai
  11. Tips khusus :
    • Ruang dapur yang menjadi satu dengan ruang makan atau ruang tidur dan tidak mempunyai ventilasi atau sirkulasi udara yang baik maka harus diperhatikan perihal sebagai berikut :
      • Pada dini hari setelah bangun tidur dan akan menghidupkan kompor harus diyakinkan
      • tidak ada akumulasi gas dalam ruangan dengan cara membuka pintu/jendela terlebih dahulu. Bau khas ELPIJI tidak akan tercium apabila kita sedang pilek dan penciuman kita akan mengalami imun terhadap bau apabila kita sudah terpapar bau tersebut dalam waktu yang cukup lama.
    • Pada saat ruangan tertutup ditinggal dalam waktu lama, pada saat membuka pintu »»harus diyakinkan bahwa dalam ruang tersebut tidak terjadi akumulasi ELPIJI akibat kebocoran sebelum menyalakan listrik dan sumber api lain.
    • Jangan mencolok-colok valve tabung apabila ELPIJI tidak keluar dari tabung, tukarkan dengan penjual atau agen terdekat.
    • Jangan menggunakan kompor gas dan kompor minyak tanah secara bersamaan dalam satu ruangan.
    • Jangan menghidupkan kompor jika tercium bau ELPIJI yang bocor.
    • Apabila terjadi kebocoran dan akumulasi LPG sudah terlalu banyak, segera evakuasi penghuni rumah dan tetangga sekitar, serta matikan sumber api seperti kompor, listrik, dll. Tunggu beberapa saat hingga bau khas ELPIJI hilang.

Sabtu, 17 Juli 2010

pemandangan sungai di bumper plantungan

Senin, 07 Juni 2010

artikel

Yayasan Indonesia Mengajar yang didirikan oleh Anies Baswedan mengirimkan 50 orang pengajar muda ke lima kabupaten. Ke lima kabupaten itu adalah Bengkalis di Riau, Tulang Bawang di Lampung, Passer di Kalimantan Timur, Majene di Sulawesi Barat, dan Halmahera di Maluku Utara.

Pengiriman pengajar – pengajar berusia 25 tahun dan harus berIPK minimal tiga ini sebenarnya terinspirasi gerakan serupa yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pada tahun 1950. Ternyata, pengiriman tenaga pengajar ke wilayah terpencil selama kurun waktu 1951-1952 mampu menginspirasi penduduk di wilayah terpencil untuk mengirim anak – anak mereka untuk belajar di perguruan tinggi.

Anis Baswedan berharap bahwa program ini akan kembali menuai sukses: terciptanya pendidikan yang berfungsi sebagai instrumen untuk meningkatkan status sosial masyarakat.

Hanya saja, perlu kita sadari bahwa rentang waktu antara tahun 1950an sampai sekarang terpaut cukup jauh. Kondisi social masyarakat antara tahun itu dengan saat ini pasti sudah sangat jauh berbeda. Meskipun disebut sebagai daerah yang terpencil, penyebaran informasi saat ini sudah dapat dibilang cukup merata.

Tahun 1950an televisi masih menjadi barang yang mewah. Namun sekarang, bukan hanya televisi, orang – orang di pedesaan pun telah mampu mengakses internet. Jadi, jika gerakan ini dimaksudkan untuk menginspirasi orang – orang yang berada di daerah terpencil agar lebih mementingkan pendidikan, saya rasa mereka sudah cukup sadar dengan hal ini.

Jika dikatakan bahwa fasilitas pendidikan yang ada di kota dengan fasilitas pendidikan yang ada di daerah masih terdapat kesenjangan itu benar. Maka pengiriman sarjana untuk mengajar di wilayah terpencil dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan fasilitas yang ada – dibarengi dengan kecakapan dalam pemanfaatannya – sangat diperlukan.

Kemudian yang juga harus lebih diperhatikan adalah bahwa sarjana yang dikirimkan ke daerah – daerah itu harus benar – benar memiliki niat untuk memajukan pendidikan di wilayah terpencil. Bukan hanya sekedar untuk mencari kesibukan karena belum mendapatkan pekerjaan yang pas. Hal ini terjadi pada program sarjana penggerak pembangunan pedesaan di Yogyakarta. Program ini memberikan imbalan yang cukup minim, yaitu Rp 1 juta sebulan dan Rp 2,5 juta tambahan setiap tahun. Salah seorang peserta yang diwawancara mengatakan bahwa ia mengikuti program ini karena belum memiliki pekerjaan.

Masalah penyediaan lapangan pekerjaan adalah masalah yang masih perlu mendapatkan perhatian cukup serius dari pemerintah. Banyak terjadi kasus lulusan – lulusan fakultas teknik atau pertanian yang menjadi guru karena kurangnya lapangan pekerjaan untuk bidang ilmu yang telah mereka geluti ketika kuliah.

Permasalahannya begitu rumit.

Anda Pengunjung Ke-